Penerimaan rapor semester ini di Kelas 2D Bilingual International Class Program (ICP) berlangsung dengan cara yang berbeda. Bukan hanya menjadi momen untuk menerima hasil belajar siswa, kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman yang hangat, menyenangkan, dan penuh makna bagi orang tua, anak, serta guru.
Sejak pagi hari, seluruh orang tua siswa hadir bersama pada pukul 06.40 WIB. Acara diawali dengan presensi kehadiran dan sambutan dari wali kelas, Mrs. Khusna Rahmawati, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa nilai dan peringkat bukanlah tujuan utama dalam pendidikan.
“Peringkat dan nilai yang baik di rapor adalah bonus. Yang terpenting adalah anak memiliki kemauan untuk terus berusaha, semangat belajar tanpa mudah menyerah, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan berkarakter. Itulah yang sesungguhnya menjadi kebanggaan bagi orang tua dan guru,” selain itu menyampaikan
apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara sekolah dan orang tua selama proses pembelajaran berlangsung.
tutur beliau.
Setelah sambutan, para orang tua diajak membuka rapor anak secara serentak dan menandatanganinya sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan perkembangan yang telah dicapai selama satu semester. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengisian lembar refleksi khusus orang tua sebagai sarana untuk mengenang, mengevaluasi, dan mensyukuri perjalanan belajar putra-putri mereka.
Suasana menjadi semakin hangat ketika para orang tua mengikuti aktivitas yang menguji kedekatan dengan anak. Mereka diminta menatap mata anak terlebih dahulu, kemudian mencari gambar mata anak yang telah dipasang di papan tulis. Setelah itu orang tua menuliskan harapan/do’a untuk putra/putrinya.
Aktivitas sederhana tersebut ternyata menghadirkan banyak senyum, tawa, sekaligus momen haru yang mengajak orang tua merenungkan seberapa dekat mereka mengenal buah hati yang setiap hari tumbuh dan berkembang di hadapan mereka.
Keceriaan berlanjut melalui berbagai permainan yang melatih kekompakan, fokus, dan kerja sama antara orang tua dan anak. Seluruh kegiatan dilakukan menggunakan Bahasa Inggris sesuai dengan karakteristik program Bilingual International Class Program. Suasana kelas yang biasanya digunakan untuk belajar berubah menjadi ruang penuh gelak tawa, semangat, dan kebersamaan.
Kebahagiaan semakin lengkap dengan pengumuman peringkat akademik siswa. Tepuk tangan meriah dan wajah-wajah bangga menghiasi ruangan saat nama para peraih peringkat 1, 2, dan 3 diumumkan. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar yang telah ditunjukkan para siswa selama satu semester.
Sebagai penutup, seluruh siswa, orang tua, dan wali kelas berkumpul untuk sesi foto bersama. Senyum bahagia yang terpancar dari wajah setiap peserta menjadi gambaran indah tentang kebersamaan yang telah terjalin. Foto-foto tersebut bukan sekadar dokumentasi, melainkan kenangan yang akan mengingatkan bahwa di balik setiap nilai yang tercantum dalam rapor, terdapat perjuangan, doa, dukungan, dan cinta yang begitu besar dari keluarga dan guru.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas seluruh proses, pembelajaran, dan pencapaian yang telah diraih selama satu semester.
Keseruan semakin bertambah ketika para orang tua diajak merasakan langsung pengalaman yang biasa dihadapi anak-anak di kelas. Mereka tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berhasil menjawab soal perkalian, penjumlahan, atau pengurangan dalam Bahasa Inggris. Tantangan yang tampak sederhana ini ternyata mampu menghadirkan suasana yang seru sekaligus membuat para orang tua semakin memahami proses belajar yang dijalani anak-anak setiap harinya. Orang tua yang berhasil menjawab dengan benar pun berhak keluar kelas dan mendapatkan doorprize.
Penerimaan rapor Kelas 2D Bilingual ICP tahun ini membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang angka yang tertulis di atas kertas. Pendidikan adalah tentang membangun karakter, menumbuhkan semangat untuk terus belajar, mempererat hubungan antara orang tua dan anak, serta menciptakan kenangan berharga yang akan selalu tersimpan dalam hati. Karena pada akhirnya, keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari seberapa tinggi nilainya, tetapi juga dari seberapa besar ia bertumbuh menjadi pribadi yang baik, tangguh, dan membanggakan.
