Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama, Polisi Edukasi Anti Bullying pada MATAMUDA Day 3 MIM Kauman

Wiradesa– Suasana berbeda tampak di ruang kelas I MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa pada Rabu (15/7/2026). Dua anggota Kepolisian Sektor Wiradesa hadir sebagai narasumber dalam kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) Day 3 untuk memberikan edukasi tentang pencegahan bullying kepada peserta didik baru. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan karakter saling menghargai dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menyenangkan sejak hari pertama anak-anak memasuki dunia sekolah.

Dua narasumber yang hadir adalah AIPTU Bagas Agung Prasetyo, selaku Bhabinkamtibmas, dan Brigadir Polisi Devi Melindasari, Staf SIUM Polsek Wiradesa. Kehadiran keduanya disambut antusias oleh para murid yang tampak penasaran sekaligus bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Dalam penyampaian materinya, AIPTU Bagas Agung Prasetyo mengajak anak-anak memahami arti bullying dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami sesuai usia mereka. Melalui cerita, ilustrasi, permainan, dan contoh-contoh yang sering terjadi di lingkungan sekolah, beliau menjelaskan bahwa mengejek teman, memberi julukan yang tidak baik, mendorong, mengucilkan, maupun mengambil barang milik teman tanpa izin merupakan perilaku yang termasuk bullying dan tidak boleh dilakukan.

Sementara itu, Brigadir Polisi Devi Melindasari mengajak peserta didik untuk menjadi anak yang berani berbuat baik, saling menyayangi, menghargai perbedaan, serta tidak takut melaporkan kepada guru apabila melihat ataupun mengalami tindakan perundungan. Penyampaian materi dilakukan dengan penuh kehangatan, namun tetap tegas sehingga anak-anak merasa nyaman sekaligus memahami bahwa bullying merupakan perilaku yang harus dicegah bersama.

Suasana kelas semakin hidup ketika kedua narasumber mengadakan sesi tanya jawab interaktif. Hampir seluruh murid mengangkat tangan dengan penuh semangat untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan antusiasme mereka, AIPTU Bagas Agung Prasetyo dan Brigadir Polisi Devi Melindasari telah menyiapkan hadiah menarik bagi siswa yang berani maju ke depan dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Momen tersebut disambut riuh tepuk tangan sehingga membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan berkesan.

Kepala MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa, Muhammad Sukron, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada Polsek Wiradesa yang telah mendukung pelaksanaan MATAMUDA melalui edukasi yang sangat penting bagi peserta didik baru.

“Kami percaya bahwa karakter baik harus dibangun sejak anak pertama kali memasuki madrasah. Karena itu, MATAMUDA tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali mereka dengan nilai-nilai kehidupan. Edukasi anti bullying dari Polsek Wiradesa menjadi bekal yang sangat berharga agar anak-anak memahami pentingnya saling menghormati, saling menyayangi, dan menjaga teman sebagai keluarga di madrasah. Kami berharap budaya positif ini akan terus tumbuh dalam keseharian mereka,” tutur beliau.

Pesan tersebut kemudian diperkuat oleh wali kelas I yang mengajak seluruh peserta didik untuk menerapkan materi yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari di kelas.

“Anak-anak, mulai hari ini kita adalah satu keluarga. Di kelas tidak boleh ada yang mengejek, mengucilkan, atau membuat teman menangis. Jika ada teman yang kesulitan, mari kita bantu. Jika ada yang berbuat salah, kita saling mengingatkan dengan baik. Itulah cara kita menjadi anak hebat yang berakhlak mulia,” ujar wali kelas I di hadapan para siswa.

Kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Salah seorang murid kelas I, Ananda Shafia, mengaku senang dapat belajar langsung bersama anggota kepolisian.

“Aku senang ada Pak Polisi dan Bu Polisi datang ke sekolah. Tadi aku jadi tahu kalau mengejek teman itu tidak boleh. Aku mau berteman baik dengan semua teman dan saling membantu,”ungkapnya polos.

Melalui kegiatan ini, MI Muhammadiyah Kauman Wiradesa berharap peserta didik baru mampu membangun kebiasaan saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta berani menjadi pelopor dalam mencegah bullying di lingkungan madrasah. Sinergi antara madrasah, keluarga, dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Sebagai bagian dari rangkaian MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027, kegiatan ini menegaskan bahwa pengenalan lingkungan madrasah tidak hanya berfokus pada fasilitas dan tata tertib, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, setiap murid baru diharapkan tumbuh menjadi generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta mampu menjadi agen kebaikan di mana pun mereka berada.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *