
Sijambe, 27 September 2026 — Suasana pagi yang penuh keberkahan terasa di Masjid Al Muqorrobin, Sijambe, pada Ahad, 27 September 2026. Sejak sebelum matahari terbit, peserta didik kelas 3 dan 4 MI Muhammadiyah Kauman (MIM Kauman) bersama wali siswa dan guru pendamping telah hadir untuk mengikuti kegiatan Subuh Warrior Semester 2 Tahun Pelajaran 2026/2027.
Kegiatan Subuh Warrior menjadi salah satu ikhtiar MIM Kauman dalam membiasakan peserta didik untuk mencintai masjid, melaksanakan ibadah sejak dini, serta menumbuhkan karakter Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran para wali siswa juga menjadi bagian penting karena pendidikan karakter anak membutuhkan sinergi antara madrasah dan keluarga.
Diawali Murojaah Al-Qur’an dan Salat Subuh
Kegiatan dimulai dengan murojaah Al-Qur’an bersama. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. Setelah murojaah, kegiatan dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah.
Selesai salat, peserta didik bersama wali siswa dan guru mengikuti tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Bakhtiar Effendi. Dalam tausiah tersebut, beliau menyampaikan materi tentang “Menjadikan Anak Sholih dan Sholihah”.
Ustadz Bakhtiar menyampaikan bahwa membentuk anak menjadi pribadi yang sholih dan sholihah tidak cukup hanya dengan memberikan nasihat atau perintah. Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan lingkungan dan contoh yang baik bagi anak.
Dalam tausiah, disampaikan beberapa hal penting yang dapat dilakukan orang tua untuk membentuk anak menjadi pribadi yang sholih dan sholihah.
Pertama, memberikan nafkah yang halal.
Orang tua perlu memperhatikan sumber rezeki yang diberikan kepada keluarga. Nafkah yang halal menjadi salah satu fondasi penting dalam pertumbuhan dan pendidikan anak. Dari rezeki yang halal, orang tua berharap tumbuh generasi yang memiliki hati bersih dan mudah menerima kebaikan.
Kedua, menjadi teladan bagi anak.
Anak belajar bukan hanya dari apa yang dikatakan orang tua, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, orang tua perlu memberikan contoh dalam melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, berkata baik, bersikap jujur, menghormati orang lain, dan menjalankan berbagai kebaikan. Orang tua hendaknya tidak hanya mengatakan, “Nak, ayo salat,” atau “Nak, ayo mengaji,” tetapi juga menunjukkan keteladanan dengan melaksanakan salat dan membaca Al-Qur’an bersama anak. Ketika orang tua menjadi contoh, anak akan lebih mudah mengikuti dan membiasakan kebaikan tersebut.
Ketiga, senantiasa mendoakan anak.
Selain ikhtiar melalui pendidikan dan keteladanan, orang tua juga dianjurkan untuk selalu mendoakan anak. Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Rabbi hab lī minas-shāliḥīn.”
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang yang saleh.”
Doa orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan anak. Ikhtiar, keteladanan, dan doa diharapkan dapat berjalan bersama dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan mencintai Al-Qur’an.
Muhammad Sukron, S.Pd.I, selaku Kepala MIM Kauman, menyampaikan bahwa kegiatan Subuh Warrior merupakan bagian dari pembiasaan positif yang diharapkan dapat membangun karakter peserta didik sejak dini.“Subuh Warrior bukan sekadar kegiatan bangun pagi dan salat berjamaah. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk menanamkan kecintaan anak-anak kepada masjid, Al-Qur’an, dan ibadah. Kehadiran wali siswa juga sangat berarti karena pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan guru.”
Wakil Kepala MIM Kauman bagian kurikulum Ninik Kusmiyati, S.Pd mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan Subuh Warrior dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa karena mereka dapat belajar beribadah bersama teman-teman, guru, dan orang tua.“Alhamdulillah, anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka belajar bahwa salat Subuh, murojaah Al-Qur’an, dan mendengarkan tausiah dapat menjadi kebiasaan yang menyenangkan apabila dilakukan bersama. Pesan dari Ustadz Bakhtiar juga sangat relevan bagi kami sebagai guru maupun orang tua, terutama tentang pentingnya keteladanan. Anak-anak akan lebih mudah mengikuti apa yang mereka lihat daripada hanya mendengar nasihat.”Ia berharap kegiatan Subuh Warrior dapat terus menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara madrasah, siswa, dan wali siswa.
Salah satu siswa kelas 3 Naura Arlistasya Ridwan 3C yang mengikuti kegiatan mengaku senang dapat mengikuti Subuh Warrior di Masjid Al Muqorrobin.“Saya senang mengikuti Subuh Warrior karena bisa salat Subuh bersama teman-teman dan mendengarkan tausiah. Saya belajar bahwa menjadi anak sholih tidak hanya dengan rajin mengaji dan salat, tetapi juga harus berbakti kepada orang tua dan melakukan kebaikan. ”Kegiatan Subuh Warrior ditutup dengan doa dan kebersamaan antara siswa, wali siswa, serta guru pendamping. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan di masjid saja, tetapi dapat dilanjutkan melalui pembiasaan ibadah dan akhlak mulia di rumah maupun di madrasah. Melalui Subuh Warrior, MIM Kauman terus berikhtiar menumbuhkan generasi yang dekat dengan masjid, cinta Al-Qur’an, berakhlakul karimah, serta tumbuh menjadi anak-anak sholih dan sholihah. Murojaah Qur’an, salat berjamaah, keteladanan, dan doa menjadi langkah kecil untuk menumbuhkan generasi Qur’ani yang hebat.



